Sejarah

Pondok Pesantren Inayatullah berdiri di tanah wakaf Ibu Martini atas nama kepemilikan tanah Bapak Darno. Pada awalnya, tanah wakaf tersebut dimaksudkan untuk pendirian Masjid An-Namiroh. Akan tetapi, atas prakarsa para pengurus Yayasan Khusnul Khotimah didirikanlah pondok pesantren sebagai upaya memaksimalkan kegiatan dakwah di wilayah Desa Sariharjo dan sekitarnya.

Habib Musyayikh Alwi sebagai penanggung jawab Yayasan Khusnul Khotimah pada waktu itu,  bersama pengurus yang lain menunjuk Kyai Muhammad Thoifur sebagai pengasuh sekaligus penanggung jawab Ponpes Inayatullah. Selama perjalanan kepengurusan Yayasan Khusnul Khotimah, terjadi pergantian pengurus yayasan dan perubahan nama yayasan menjadi Yayasan An-Namirah dengan ketua baru yaitu Bapak Dr. Totok Utoro. Beliau menjadi ketua yayasan hingga sekarang.

Dalam perkembangannya, pernah terjadi kekosongan kegiatan di dalam pondok pesantren sebab beberapa hal. Kekosongan aktivitas kegiatan pondok mendorong masyarakat untuk mengangkat seorang pengasuh dari masyarakat setempat, yaitu Kyai Ade Chumaidi Pane, seorang alumni dari Pondok Pesantren Modern Gontor. Kiprah Kyai Ade Chumaidi Pane pun tidak berlangsung lama dan kemudian digantikan oleh Kyai Chamdani Yusuf.

Kyai Chamdani Yusuf menjadi pengasuh pondok dari tahun 2009 sampai sekarang. Beliau adalah alumni dari Pondok Pesantren Al-Ma’shum Japun Agung, Tempuran, Magelang. Di bawah pengasuhan Kyai Chamdani Yusuf, kini jumlah santri baik putra maupun putri berjumlah kurang lebih 125 santri. (Lihat Profil Pengasuh)