Puisi “Renungan Diri”

Oleh: Santri Inayatullah

 

Dalam renung, ku menangis

Oh….

Betapa sedih hatiku

Ilmuku hanya di mulut belum ada di laku

Oh….

Betapa sedih hatiku

Ilmu dan hafalanku bak minyak atsiri, mewangi sebentar kemudian menguap dari diri

Oh….

Betapa sedih hatiku

Banyak sekali yang masuk sebagai ilmu, tapi sedikit yang keluar sebagai amal laku

Oh….

Betapa sedih hatiku

Tampak nyata yang baik dan bagus di depanku tapi hati masih saja mencari yang tak tentu

Oh….

Betapa sedih hatiku

Tak kutemukan khusyu’ dalam menghadapmu

Oh….

Betapa sedih hatiku

Ku terbangun di sepertiga malam tapi tak berdiri untuk-Mu

Oh….

Betapa sedih hatiku

Sholatku berjalan hanya tuk gugurkan kewajiban, tapi belum beratsar qolban

Oh….

Betapa sedih hatiku

Kerisauanku pada dunia mendayu-dayu, padahal belum tentu ia mendatangiku

Hingga kulalai pada hal yang tentu pasti mendatangaiku tanpa salam dan kabar pemberitahuan

Oh….

Betapa sedih hatiku

Bila hidupku tak mendapat belas kasih dan ampunan-Mu

Oh….

ALLAH