Visi & Misi

Pondok Pesantren Inayatullah Sleman Yogyakarta

Pondok Pesantren Inayatullah adalah lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, dengan mayoritas santrinya berasal dari kalangan mahasiswa. Terletak di Desa Sariharjo, pesantren ini berkomitmen untuk membina generasi muda dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara komprehensif. Di Ponpes Inayatullah, santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga diajarkan untuk menyeimbangkan pendidikan formal dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Dengan suasana yang penuh keakraban dan dukungan, pesantren ini menjadi tempat yang ideal bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berdakwah dalam masyarakat.

Sejarah Pondok

Pondok Pesantren Inayatullah didirikan pada tahun 1998 di atas tanah wakaf dari Ibu Menik. Awalnya, tanah wakaf ini hanya dimanfaatkan untuk pembangunan Masjid An-Namiroh. Namun, dengan semangat dakwah yang tinggi, para perintis pesantren berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam untuk memaksimalkan syiar Islam di Desa Sariharjo dan sekitarnya. Langkah ini muncul dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar yang saat itu mayoritas penduduknya, sekitar 90%, beragama Islam. Meskipun demikian, hanya ada sebuah masjid kecil berukuran 7 x 9 meter, sementara di sekitar kawasan tersebut sudah berdiri empat gereja, Asrama Bruder, dan sekolah Katolik.

Dengan melihat kondisi yang kurang seimbang ini, para perintis Ponpes Inayatullah merasa tergerak untuk mendirikan lembaga pendidikan Islam yang mampu menjadi benteng keimanan. Upaya mereka diwujudkan dengan menyediakan tanah wakaf seluas 1.000 m², yang kemudian dimanfaatkan untuk membangun masjid dengan ukuran 12 x 10 meter dan aula berukuran 10 x 15 meter. Di tempat inilah, kegiatan seperti pendidikan Al-Qur’an, pengajian, dan pembinaan santri dilaksanakan demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat Desa Sariharjo.

Pada awal perjalanannya, Habib Musyayikh Alwi sebagai penanggung jawab Yayasan An-Namiroh menunjuk Kyai Muhammad Thoifur sebagai pengasuh pertama Pondok Pesantren Inayatullah. Setelahnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Ustaz Ade Chumaedi. Hingga pada tahun 2009, estafet kepemimpinan diamanahkan kepada Kyai Chamdani Yusuf, seorang ulama yang berasal dari Pondok Pesantren Al-Ma’shum, Magelang. Kyai Chamdani Yusuf terus melanjutkan cita-cita mulia para perintis, mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah yang memberikan harapan dan cahaya keislaman bagi generasi muda dan masyarakat sekitar.

Kegiatan
Harian

Dimulai setelah Maghrib hingga pukul 21.00 WIB:

  • Sholat maghrib, isya, dan subuh berjamaah di masjid

  • Tadarus Al‑Qur’an dan bandongan (Kitab Tanbihul Ghafilin)

  • Madrasah Diniyah (kajian kitab kuning bidang ilmu nahwu, shorof, fiqh, tauhid, dan akhlak)

  • ⁠Pembacaan rotibul hadad ba’da jamaah subuh
  • Sama dzikir ba’da dhuhur
  • Pembacaan Surah Al Mulk dan Al Waqiah ba’da sholat ashar

Kegiatan Mingguan

1. Malam Jum’at:

  • Membaca surat Al-Kahfi atau Yasin tahlil

  • Musyawarah
  • Sholawatan

  • Khitobah 
  • Ziaroh

2. Ahad Pagi:

  • Ngaji bandongan tafsir Iklil
  • Roan / piket massal 

Kegiatan
Bulanan

Kegiatan Selapanan setiap malam Sabtu Pahing:

  • Mujahadah Yasin Fadhilah

  • Pengajian umum

Kegiatan
Tahunan

  • Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam

  • Ziarah Kubro

  • Imtihan

  • Classmeeting
  •  Peringatan Hari Besar Islam dan Peringatan Hari Besar Nasional
  • dll

Gabung Bersama Keluarga Besar

Pondok Pesantren Putra Putri Inayatullah